Assalamu'alaikum Wr.Wb
Di halaman blog ni saya akan menyampaikan sebuah materi , yaitu :
-Pengertian Close Source
-Contoh Software Open Source dan Closed Source
Pengertian Close Source
Close source adalah software yang source codenya tidak dibuka untuk umum. Sang pemilik code yang close source bisa membagi source codenya melalui lisensi, entah dengan gratis maupun membayar. Meskipun gratis, lisensi tertentu bisa membuat sebuah software tidak sepenuhnya open source. Misalnya jika di lisensi tersebut ada larangan untuk memodifikasi code, maka software ini tidak open source.
Keungulannya close source kita bisa mengetahui kode-kode pembuatan program itu. Kalau udah tau kode/struktur program tersebut, maka kita bisa mengedit program itu sesuai keinginan kita. Bisa jadi, program yang berbayar menjadi gratis karena kita edit. Itu kalau si pemilik program mau memberikan kode-kode tersebut secara gratis.
Keuntungan dan Kekurangan Close Source :
1. Kelebihan Close Source
a. Linux gratis. Gratis disini berarti tidak harus membeli lisensi.
b. Linux stabil.
c. Linux open source. source code yang disertakannya.
d. Linux aman (secure). Linux mengimplementasikan standar protocol keamanan yang sangat aman.
e. Linux cepat dan jalan terus (keep on running), tidak harus restart saat selesai install aplikasi.
f. Banyak dukungan dan dokumentasi. Linux dan komunitasnya menyediakan milyaran dokumentasi (Readme, HOWTO, Guide, Manual, Info).
g. Linux menjunjung tinggi kemerdekaan tiap orang untuk berkreasi.
h. Bebas Virus. Linux itu merupakan like- Unix, dan Unix itu bebas virus. Mengapa bebas virus? Karena didalam system operasi Unix, setiapkali akan mengakses sistem, mengubah, menghapus, menambah bagian dari sistem, selalu diminta konfirmasi password, sedangkan virus tidak tahu password sistem kecuali pemilik sistem tersebut.
i. Linux mempunyai banyak pilihan. Kita bisa memilih Linux menurut selera kita, banyak sekali distro (perusahaan yang menyediakan sistem operasi Linux) yang ada dimuka bumi ini.
j. Tampilan Linux tidak lagi mengecewakan.
2. Kekurangan Close Source :
a. Pengoperasiannya yang Sulit.
b. Linux mengeluarkan banyak Distro sehingga membuat user bingung.
c. Tidak ada Game Linux berkualitas sama dengan Game Windows.
d. Masih Minimnya Dukungan Hardware dan Driver.
e. Software Yang Digunakan Tidak Tersedia di Linux.
f. Tidak Ada Waktu Untuk Belajar.
g. Kurangnya sosialiasi.
h. Ketergantungan dengan sofware bajakan.
i. Tidak adanya dukungan resmi.
j. Sedikitnya buku/web tentang linux.
Software Close Source
1. Software Perkantoran
a. Mengenal Microsoft Word
Microsoft Word adalah sebuah program aplikasi untuk pengolahan data yang yang biasa digunakan untuk membuat laporan, membuat dokumen berbentuk surat kabar, membuat label surat, membuat table pada dokumen, dan lan-lain.
b. Kelebihan dan Kekurang Microsoft Word
1) Kelebihan
· Dapat mempublish tulisan ke blog.
· Dapat menggunakan equation untuk menulis rumus.
· Dapat digunakan untuk kepentingan kesekretariatan normal.
· Mudah memformat tulisan.
2) Kekurangan
· Jika disimpan dengan tipe .docx tidak dapat dibuka di fersi di bawahnya.
· Tidak dapat menyimpan tulisan dengan tipe .pdf seperti save as biasa.
· Berat hanya dapat menyimpan dalam format yang telah ada (default), tidak dapat menyimpan dalam format yang dimiliki open offie (misal .odt).
c. Bagian bagian Microsoft Word
1) Title Bar/ Baris Judul
merupakan bagian yang menampilkan nama lengkap dengan logo dari Microsoft Word, XP 2003.
2) Menu Bar/ Baris Menu
Menu bar / baris menu adalah menu yang menampilkan menu pulldown/ turun. Menu bar berisi File, Edit, View, Insert, Format, Tools, Window, Help.
3) Toolbar Standar
Berisi :
· icon new document, untuk membuat dokumen baru.
· icon open document, untuk membuka dokumen yang pernah dibuat.
· icon save document, menyimpan dokumen.
· icon print document, memberikan perintah cetak secara langsung.
4) Toolbar Formatting
Berisi icon-icon yang digunakan untuk memberi perintah dengan cepat khususnya perintah yang sering digunakan antara lain bentuk/ model tulisan, besar huruf, bentuk cetakan font style (bold, italic, underline).
5) Bidang Ketikan
Lembar kerja yang dapat ditulis melalui keyboard.
6) View
Mengubah tampilan layar : normal, web layout, print layout, dan outline.
7) Toolbar Drawing
Berfungsi membuat gambar sesuai dengan keinginan user mengikuti simbol-simbol yang ada pada layar monitor.
8) Baris Status
Memberikan informasi status posisi layar sesuai dengan posisi halaman dan jumlah halaman maksimal (cusrsor di halamn berapa, baris, dan kolom berapa).
9) Control Menu
Berisi :
· Minimize, mengecilkan jendela pada lembar kerja sehingga berbentuk icon di task bar.
· Maximize, memperbesar jendela lembar kerja menjadi satu layar penuh.
· Restrore, mngembalikan jendela ke posisi semula.
· Close/ alt F4, menutup jendela lembar kerja aktif dan untuk mengakhiri program Ms-word.
10) Scrollbar
Tampil pada monitor sebelah kanan atau kiri ditandai dengan bentuk garis yang dapat digulung, scroll bar vertical dapat menggulung lembar kerja ke atas/ bawah dengan cepat.
d. Shortcut Melalui Keyboard
1) CTRL+N
Membuka dokumen baru, sesuai dengan dokumen sebelumnya.
2) CTRL+O
Membuka dokumen yang telah disimpan sebelumnya.
3) CTRL+W
Menutup dokumen.
4) CTRL+S
Menyimpan dokumen.
5) CTRL+B
Membuat huruf menjadi tebal / bold.
6) CTRL+I
Membuat huruf menjadi miring.
7) CTRL+U
Membuat huruf mempunyai garis bawah.
8) CTRL+C
Meng- copy atau menyalin dokumen.
9) CTRL+X
Menghapus (delete) atau memotong (cut) dokumen.
10) CTRL+V
Menempatkan kembali dokumen yang telah di potong (cut) atau di –copy.
2. Software Grafis
A. Mengenal Photoshop
Adobe Photoshop adalah salah satu aplikasi perangkat lunak editor gambar buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek, atau biasa disebut layer style. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan, Photoshop Selain memiliki fitur yang mudah untuk di pahami, photoshop juga memiliki beberapa unggulan fitur yang mampu bekerja maximal, hingga mensuport beberapa file, sehingga bagi kamu seorang desain grafis, ini merupakan salah satu syarat jika kamu pengen masuk ke dunia desain grafis, photoshop dengan segala fasilitasnya.
Photoshop mengkhususkan dirinya sebagai perangkat lunak untuk mengedit gambar dalam format BITMAP (Lihat tulisan mengenai BITMAP VS VECTOR). Oleh karena itu Photoshop seringkali digunakan oleh para fotografer karena foto adalah salah satu gambar dengan format BITMAP. Saat ini Photoshop merupakan perangkat lunak terbaik di kelasnya. ‘Hampir’ tidak ada tandingannya.
B. Kelebihan dan Kekurangan Photoshop
1) Membuat tulisan dengan effect tertentu
Photoshop dapat mengubah bentuk tulisan menjadi lebih kreatif dan inovatif dengan tool effect yang ada didalamnya.
· Photoshop memiliki kemampuan untuk membaca dan menulis gambar berformat raster dan vektor seperti .png, .gif, .jpeg, dan lain-lain. Photoshop juga memiliki beberapa format file khas :
· PSD (Photoshop Document) format yang menyimpan gambar dalam bentuk layer, termasuk teks, mask, opacity, blend mode, channel warna, channel alpha, clipping paths, dan setting duotone. Kepopuleran photoshop membuat format file ini digunakan secara luas, sehingga memaksa programer program penyunting gambar lainnya menambahkan kemampuan untuk membaca format PSD dalam perangkat lunak mereka.
· PSB’ adalah versi terbaru dari PSD yang didesain untuk file yang berukuran lebih dari 2 Gb.
· PDD adalah versi lain dari PSD yang hanya dapat mendukung fitur perangkat lunak PhotshopDeluxe.
2. Membuat tekstur dan material yang beragam
Dengan langkah-langkah tertentu, seorang Desainer dapat membuat gambar misalnya daun, logam, air, dan bermacam gambar lainnya.
3. Mengedit foto dan gambar yang sudah ada
Ada desaingrafisvector and vexel. Adobe menyediakan filter “reduce grain” (mengurangi grain) yang dapat membantu mengoptimalkan foto yang diambil pada kondisi kekurangan cahaya.
4. Memproses materi Web
Photoshop juga digunakan untuk keperluan web, misalnya: kompresi file gambar agar ukurannya lebih kecil, memotong gambar kecil-kecil (slice), dan membuat web photo gallery. Dengan Adobe Image Ready, gambar yang sudah ada bisa dibuat untuk keperluan web, misalnya menjadi rollover dan animasi GIF.
Photoshop juga digunakan untuk keperluan web, misalnya: kompresi file gambar agar ukurannya lebih kecil, memotong gambar kecil-kecil (slice), dan membuat web photo gallery. Dengan Adobe Image Ready, gambar yang sudah ada bisa dibuat untuk keperluan web, misalnya menjadi rollover dan animasi GIF.
Bagian Bagian Photoshop :
1) A : Menu.
2) B : Tool Option Bar.
3) C : Pallete Well.
4) D : Toolbox.
5) E : Status Bar.
6) F : Area Gambar.
7) G : Dari atas ke bawah : navigation palette, color palette, history palette dan layer palette.
3. Shareware dan Freware
A. Shareware
Shareware juga bebas tetapi lebih dibatasi untuk waktu tertentu. Shareware adalah program terbatas didistribusikan baik sebagai demonstrasi atau versi evaluasi dengan fitur atau fungsi yang terbatas atau dengan menggunakan batas waktu yang ditetapkan (misalnya 30 hari). Dengan demikian, memberikan pengguna kesempatan untuk menguji produk sebelum membeli dan kemudian membeli versi lengkap dari program. Sebuah contoh yang sangat jelas dari tipe ini adalah perangkat lunak antivirus, perusahaan-perusahaan ini biasanya memudahkan pelepasan produk evaluasi yang hanya berlaku untuk jumlah hari tertentu. Setelah melewati maksimum, program akan berhenti bekerja dan anda perlu membeli produk jika Anda ingin tetap menggunakannya.
Kita juga dapat menemukan perangkat lunak bebas sepenuhnya, namun termasuk dalam program periklanan, distribusi jenis ini disebut Adware. Sebuah contoh yang jelas adalah program Messenger dari Microsoft yang memungkinkan penggunaan perangkat lunak bebas dalam pertukaran untuk masuk dengan cara iklan banner atau pop-up.
B. Freware
Freware atau perangkat lunak gratis adalah perangkat lunak komputer berhak cipta yang gratis digunakan tanpa batasan waktu, berbeda dari shareware yang mewajibkan penggunanya membayar (misalnya setelah jangka waktu percobaan tertentu atau untuk memperoleh fungsi tambahan). Para pengembang perangkat gratis seringkali membuat perangkat gratis freeware “untuk disumbangkan kepada komunitas”, namun juga tetap ingin mempertahankan hak mereka sebagai pengembang dan memiliki kontrol terhadap pengembangan selanjutnya. Freeware juga didefinisikan sebagai program apapun yang didistribusikan gratis, tanpa biaya tambahan. Sebuah contoh utama adalah suite browser dan mail client dan Mozilla News, juga didistribusikan di bawah GPL (Free Software).
Banyak dari kita yang
salah kaprah tentang Open Source itu pasti Gratis atau Freeware, buktinya RedHat dari turunan Linux merupakan OS yang berbayar.
Nah disini akan dijelaskan apa itu Open Source dan Closed Source secara agak mendetail. Cekidot...
1. Apa itu Closed Source?
1. Apa itu Closed Source?
Closed Source adalah paket program yang tidak dapat didistribusikan lagi selain
oleh Pembuat / Vendor Program / Software tersebut. Jika ada distribusi yang
bukan oleh vendor program tersebut, maka itu dianggap sebagai pembajakan
software. Atau dengan kata lain program yang Closed Source tidak dapat
didistribusikan secara bebas, kecuali oleh Vendornya dan juga tidak dapat
digandakan secara bebas.
Contohnya : Microsoft Windows, Microsoft Office, Apple Mac OS X, iOS, dan masih
banyak lagi.
2. Apa itu Open Source?
2. Apa itu Open Source?
Kata “Open Source” pertama kali muncul pada
sebuah rapat di Palo Alto California. Ketika itu, Netscape yang merupakan
pengembang browser Navigator ingin melepaskan kode sumber dari produk dengan
nama Mozilla (yang sekarang kita kenal dengan browser Mozilla Firefox)
di bulan Januari 1998. Mereka ingin membedakan diri dan menghindari konfrontasi
ideologis maupun konotatif dengan istilah Free Software yang dipelopori oleh
Richard Stallman.
Para penggagas istilah Open Source adalah: Christine Peterson, Todd Anderson,
Larry Augustin, Jon Hall, Sam Ockman, and Eric S. Raymond.
Suatu program dengan lisensi Open Source berarti program tersebut membuka kode programnya (source code) bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya, caranya dengan menyertakan kode program bersama dengan distribusi paket program yang sudah jadi (hasil kompilasi/compile). Dengan penyertaan kode program tersebut, pembeli atau pengguna program dapat mengutak-atik program tersebut, melakukan modifikasi sesuai dengan kebutuhannya, bahkan memperbaiki "bug" atau kesalahan logika dalam program tersebut. Contoh program yang Open Source adalah Linux dan Android. Dalam setiap distribusinya vendor Linux dan Android juga menyertakan Kode Programnya.
Seperti yang sudah saya bahas di awal bahwa Open Source tidak selalu tersedia secara gratis. Kita bisa saja membuat Software yang kita buka kode sumbernya, mempatenkan algoritmanya, medaftarkan hak ciptanya, dan tetap menjual perangkat lunak tersebut secara komersial. Tetap ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli program tersebut. Contoh, misalnya Sistem Operasi RedHat Linux, program Linuxnya tetap dibeli dengan harga yang lebih murah.
Tujuan Open Source sebenarnya adalah ingin menghilangkan ketergantungan terhadap Vendor program, dimana pihak Vendor bisa saja bertindak seenaknya. Dalam program yang Closed Source, Vendor bisa saja menyisipkan kode-kode yang mungkin dapat membahayakan pengguna program, dan menghilangkan privasi pengguna. Selain itu, Open Source juga bertujuan menyediakan software yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas, dan menghindari pengerukan keuntungan yang berlebihan oleh Vendor.
3. Keuntungan Open Source dan Closed Source
- Closed Source
1. Kurangnya kebingungan bagi pengguna
Banyak orang awam tidak tau apa keuntungan dari berbagai versi, android misalnya. Open source akan memberi banyak variasi karena kita diperbolehkan mengembangkannya. Dengan melarang orang untuk mengubah fitur inti itu, maka akan membuat lebih mudah untuk memilih produk yang pengguna inginkan, menjadikan hanya ada satu versi sehingga mudah pengguna beradaptasi.
2. Pengguna punya pengalaman sama
Karena tertutup pengembang dapat memilih layout, fitur, pilihan, warna, dan cukup banyak apa pun yang mereka pilih. Hal ini tampaknya membatasi, tapi setidaknya menjamin bahwa setiap pengguna akan memiliki pengalaman serupa dan memberikan standar yang tidak dapat diubah.
3. Lebih menguntungkan pihak Vendor / Pengembang
Sebuah model closed source dapat sangat menguntungkan bagi vendor dan pengembang karena dapat memperoleh banyak uang dan dapat merahasiakan dari kompetitor dengan tidak membuat desain yang tersedia bagi mereka untuk melihatnya.
- Open Source
1. Dukungan dari pengembang lebih besar
Dalam open source tiap orang dapat mengembangkan tiap platform, sehingga memberikan dukungan yang lebih besar untuk pengembang dan memberi kita lebih dari perasaan kepemilikan karena kita bisa mengubah apa pun yang kita suka.
2. Lebih bebas mengubah-ubah
Dalam skenario closed source, pengembang hanya diberikan pilihan untuk mengubah apa yang pengembang asli pilih, sebaliknya dalam open source kita memiliki kontrol penuh yang memungkinkan kita menyesuaikan nuansa tampilan dan bahkan fitur dari perangkat lunak yang memberikan kemungkinan lebih banyak.
3. Lebih Aman
Open source jauh lebih transparan daripada closed source, ini berarti bahwa setiap orang dapat melihat kode, dengan memiliki ribuan orang membaca kode tersebut, bug dan kerentanan yang ada lebih cepat diketahui untuk diperbaiki, juga memungkinkan kita mengetahui apakah bug telah diperbaiki karena kita dapat memeriksa kode tiap kali rilis.
4. Dukungan Komunitas lebih besar
Ketika pengembang asli berhenti mengembangkan dan meninggalkan produk tanpa perbaikan atau fitur baru, karena open source maka biasanya komunitas mengambil alih dan terus bekerja mengembangkannya sehinga dapat hidup dan menikmati fitur baru dimana jauh melampaui apa yang pengembang awal rencanakan.
Suatu program dengan lisensi Open Source berarti program tersebut membuka kode programnya (source code) bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya, caranya dengan menyertakan kode program bersama dengan distribusi paket program yang sudah jadi (hasil kompilasi/compile). Dengan penyertaan kode program tersebut, pembeli atau pengguna program dapat mengutak-atik program tersebut, melakukan modifikasi sesuai dengan kebutuhannya, bahkan memperbaiki "bug" atau kesalahan logika dalam program tersebut. Contoh program yang Open Source adalah Linux dan Android. Dalam setiap distribusinya vendor Linux dan Android juga menyertakan Kode Programnya.
Seperti yang sudah saya bahas di awal bahwa Open Source tidak selalu tersedia secara gratis. Kita bisa saja membuat Software yang kita buka kode sumbernya, mempatenkan algoritmanya, medaftarkan hak ciptanya, dan tetap menjual perangkat lunak tersebut secara komersial. Tetap ada biaya yang dikeluarkan untuk membeli program tersebut. Contoh, misalnya Sistem Operasi RedHat Linux, program Linuxnya tetap dibeli dengan harga yang lebih murah.
Tujuan Open Source sebenarnya adalah ingin menghilangkan ketergantungan terhadap Vendor program, dimana pihak Vendor bisa saja bertindak seenaknya. Dalam program yang Closed Source, Vendor bisa saja menyisipkan kode-kode yang mungkin dapat membahayakan pengguna program, dan menghilangkan privasi pengguna. Selain itu, Open Source juga bertujuan menyediakan software yang mudah dijangkau oleh masyarakat luas, dan menghindari pengerukan keuntungan yang berlebihan oleh Vendor.
3. Keuntungan Open Source dan Closed Source
- Closed Source
1. Kurangnya kebingungan bagi pengguna
Banyak orang awam tidak tau apa keuntungan dari berbagai versi, android misalnya. Open source akan memberi banyak variasi karena kita diperbolehkan mengembangkannya. Dengan melarang orang untuk mengubah fitur inti itu, maka akan membuat lebih mudah untuk memilih produk yang pengguna inginkan, menjadikan hanya ada satu versi sehingga mudah pengguna beradaptasi.
2. Pengguna punya pengalaman sama
Karena tertutup pengembang dapat memilih layout, fitur, pilihan, warna, dan cukup banyak apa pun yang mereka pilih. Hal ini tampaknya membatasi, tapi setidaknya menjamin bahwa setiap pengguna akan memiliki pengalaman serupa dan memberikan standar yang tidak dapat diubah.
3. Lebih menguntungkan pihak Vendor / Pengembang
Sebuah model closed source dapat sangat menguntungkan bagi vendor dan pengembang karena dapat memperoleh banyak uang dan dapat merahasiakan dari kompetitor dengan tidak membuat desain yang tersedia bagi mereka untuk melihatnya.
- Open Source
1. Dukungan dari pengembang lebih besar
Dalam open source tiap orang dapat mengembangkan tiap platform, sehingga memberikan dukungan yang lebih besar untuk pengembang dan memberi kita lebih dari perasaan kepemilikan karena kita bisa mengubah apa pun yang kita suka.
2. Lebih bebas mengubah-ubah
Dalam skenario closed source, pengembang hanya diberikan pilihan untuk mengubah apa yang pengembang asli pilih, sebaliknya dalam open source kita memiliki kontrol penuh yang memungkinkan kita menyesuaikan nuansa tampilan dan bahkan fitur dari perangkat lunak yang memberikan kemungkinan lebih banyak.
3. Lebih Aman
Open source jauh lebih transparan daripada closed source, ini berarti bahwa setiap orang dapat melihat kode, dengan memiliki ribuan orang membaca kode tersebut, bug dan kerentanan yang ada lebih cepat diketahui untuk diperbaiki, juga memungkinkan kita mengetahui apakah bug telah diperbaiki karena kita dapat memeriksa kode tiap kali rilis.
4. Dukungan Komunitas lebih besar
Ketika pengembang asli berhenti mengembangkan dan meninggalkan produk tanpa perbaikan atau fitur baru, karena open source maka biasanya komunitas mengambil alih dan terus bekerja mengembangkannya sehinga dapat hidup dan menikmati fitur baru dimana jauh melampaui apa yang pengembang awal rencanakan.
Contoh Software Open Source dan Closed Source
Contoh software Open Source:
1. Linux
Linux saat ini, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan
software, dan untuk pekerjaan sehari-hari. Kebebasan bagi programmer dan
administrator jaringan dalam menggunakan linux, adalah kebebasan
memperoleh kode sumber (source code) dan mengubahnya sesuai keinginan.
Hal ini berimplikasi pada beberapa hal penting, yaitu : keamanan dan
dinamika. Karena sifatnya yang kompatible dengan UNIX maka linux dapat
berinteraksi dengan sistem operasi lain seperti windows, Macintosh,
netware dan lain-lain
2. Apache
Apache dikeluarkan oleh NCSA yaitu NCSA HTTPd sekitar tahun 1995, yang merupakan turunan
dari web server. Pada dasarnya Apache adalah “A PAtCHy” (patch) dan pengganti dari NSCA HTTPd.
3. Open Office.org
Open Office.org merupakan perangkat lunak yang termasuk open
sorce karena siapapun dapat mengaksess kode sumbernya dan dapat merubah
kode sumbernya. OpenOficce.org bisa digunakan dengan sistem operasi
windows dan linux.
4. Mozilla FireFox
Mozilla Firefox merupakan perangkat lunak open-source yang
paling banyak digunakan. Dikarenakan Mozilla termasuk sebuah browser web
yang kecil, cepat, dan simpel. Mozilla mempunyai kelemahan yaitu akan
crash jika membuka halaman Web yang sangat besar dan memiliki
JavaScript, namun hal ini telah diperbaiki. karena Mozilla bersifat open
source maka kekurangan seperti diatas dapat diperbaiki dan
dikembangkan.
5. MySql
Aplikasi MySql ini dapat berjalan disemua platform baik Linux
maupun Windows, MySQL sendiri merupakan sebuah aplikasi yang bisa
dipergunakan untuk membuat database yang bersifat terbuka atau open
source. Dan merupakan program pengakses database yang bersifat
networking sehingga dapat digunakan untuk aplikasi Multi User (Bisa
digunakan oleh banyak Pengguna), MySQLmerupakan aplikasi yang paling
populer di kalangan para pengembang bahasa pemrograman PHP dan banyak
digunakan untuk situs web, aplikasi web dan layanan online lainnya.
6. OpenOffice : paket program perkantoran untuk mengolah kata, tabel, dan database.
7. ClamAV & ClamWin : program antivirus.
8. GIMP : program pengolah foto dan gambar digital.
9. Audacity : program perekam dan pengolah audio.
10. VideoLAN : program pemutar file multimedia (audio dan video)
11. Blender : program untuk pembuatan model 3 dimensi, seperti animasi dan game.
12. XAMPP : paket program untuk simulasi dan pengembangan web, termasuk di dalamnya Apache (web server) dan MySQL (database).
13. osCommerce : program aplikasi web untuk toko online.
14. PostgreSQL
PostgreSQL
tersedia untuk berbagai macam platform sistem operasi seperti Mac,
Windows, Solaris dan juga Linux. PostgreSQL merupakan sebuah aplikasi
sistem basis data (database) yang bisa Anda sebarluaskan dan
dipergunakan oleh semua pengguna komputer secara bebas menurut
perjanjian lisensi BSD. PostgreSQL sendiri menawarkan berbagai macam
fitur dan menu yang berguna untuk sebuah pembuatan basis
data.Fitur-fitur unggulan yang disediakan dan ditawarkan PostgreSQL
antara lain DB Mirror, PGPool, Slony, PGCluster, dan lain-lain. Sistem
basis data pada PostgreSQL merupakan sebuah
sistem
database yang cukup kuat dari segi keamanan data, aplikasi database
open source ini memiliki pengalaman dan juga pengembangan aplikasi lebih
dari 15 tahun dan sudah terbukti segala rancangan
arsitektur
databasenya telah mendapat reputasi yang kuat, handal, integritas data
yang baik, serta keakurasian datanya yang baik.
15. Pidgin
Merupakan sofware open source untuk akses layanan olah pesan
instan, berdasarkan dari sebuah perpustakaan yang bernama Libpurple.
16. Inkscape
Adalah sebuah perangkat lunak editor gambar vektor yang bersifat perangkat lunak bebas dibawah lisensi GNU GPL.
17. Amarok adalah cross-platform pemutar musik gratis dan open source
18.
Thunderbird : Aplikasi mail client (MUA – Mail User Agent) yang
fungsinya sama dengan Outlook Express, Eudora Mail, Evolution, Sylpheed,
dan sejenisnya.
19. Filezilla
Program aplikasi jaringan yang berguna untuk transfer file via
protokol FTP di jaringan komputer atau internet.Versi terbaru program
ini adalah FileZilla 3.5.3, yang dirilis pada tanggal 08 Januari 2012.
Software FileZilla dibuat dan dikembangkan oleh Tim Kosse.
20. Wine
Aplikasi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka yang bertujuan
untuk memungkinkan aplikasi yang dirancang untuk Microsoft Windows untuk
berjalan di Unix-seperti sistem operasi. Wine juga menyediakan
perpustakaan perangkat lunak, yang dikenal sebagai winelib, terhadap
yang pengembang dapat mengkompilasi aplikasi Windows untuk membantu
pelabuhan mereka untuk sistem Unix-like.
21. GIMP
Perangkat lunak untuk manipulasi grafik berbasis raster.
22. Mplayer :
Sebuah pemutar musik yang tergolong sumber terbuka dan bebas.
Contoh software Close Source
1. Operating System (Sistem Operasi), contoh :Microsoft Windows
2. Languages (Bahasa Pemrograman), contoh : VisualBasic, ASP, Pascal
3. Web Browser, contoh : Internet Explorer
4. Aplication (Aplikasi), contoh : Adobe Photoshop,CorelDraw
- Adobe Photoshop adalah salah satu aplikasi perangkat lunak editor
gambar buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan
foto/gambar dan pembuatan efek, atau biasa disebut layer style.
Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan
perusahaan iklan, Photoshop Selain memiliki fitur yang mudah untuk di
pahami, photoshop juga memiliki beberapa unggulan fitur yang mampu
bekerja maximal, hingga mensuport beberapa file, sehingga bagi kamu
seorang desain grafis, ini merupakan salah satu syarat jika kamu pengen
masuk ke dunia desain grafis, photoshop dengan segala fasilitasnya.
Photoshop
mengkhususkan dirinya sebagai perangkat lunak untuk mengedit gambar
dalam format BITMAP (Lihat tulisan mengenai BITMAP VS VECTOR). Oleh
karena itu Photoshop seringkali digunakan oleh para
fotografer karena foto adalah salah satu gambar dengan format BITMAP. Saat ini Photoshop merupakan
perangkat lunak terbaik di kelasnya. ‘Hampir’ tidak ada tandingannya.
5. Office Suites (Aplikasi perkantoran), contoh :Microsoft Office
6. Server Aplication (Server), contoh : ColdFusion,IIS
7. Antivirus, contoh : Norton Antivirus, McAfee
8. Games, contoh : FIFA 2006, Winning Eleven,Spiderman
Hanya segitu yang bisa sampaikan untuk materi ini ,, mohon maaf bila ada kekrangan berupa kata-kata atau materi yang kurang lengkap ,, wabillahi taufik wal hidayah
Wassalamualaikum Wr.Wb
Program open office itu berbayar atau gratis min? Website Gratis
BalasHapus